Ketika pertama
kali penulis mendengar istilah Islamisasi llmu Pengetahuan, penulis
merasakan kebingungan dengan maksud istilah ini. Jika perlu dilakukan
islamisasi, itu berarti ilmu pengetahuan saat ini tidak Islami. Apakah
teori atom yang ada saat ini tidak Islami? Di mana tidak Islaminya?
Setelah berfikir sejenak, penulis merasa mendapatkan jawabnya setelah
teringat mata pelajaran biologi di SMA yang mengajarkan tentang Teori
Evolusi Darwin.
...... apakah ada
bedanya bila hukum gravitasi, misalnya, ditemukan bukan oleh Newton
tetapi oleh ilmuwan Muslim? Bagaimana formulasi hukum gravitasi setelah
diislamisasi? Pertanyaan-pertanyaan itu sungguh membingungkan jika dikonfrontir
dengan keyakinan bahwa ilmu pengetahuan berasal dari Allah dan tunduk
pada hukum-hukum Allah, jadi mustahil tidak Islami.