Lacak kembali khasanah Islam mengenai pendidikan yang memberi perhatian kepada aspek 'aqliyyah dan rühiyyah di dalam rubrik ini. Di dalamnya ada bahasan perihal tantangan dari realitas kehidupan kontemporer yang mesti dijawab oleh kalangan Muslim, ikhtiar untuk menemukan format alternatif pendidikan, dan terutama Islamisasi pengetahuan.

  1. Islamisasi Ilmu, Al-Qur'an dan Sains
    Chairil Anwar

    Pada saat umat Islam menapak abad 15 Hijriah, ada upaya untuk membangkitkan kembali berbagai macam prestasi yang pernah diraih beberapa abad sebelumnya. Momen itu juga yang coba digunakan untuk menggali kembali salah satu capaian umat Islam yang monumental dalam budaya keilmuan yang sangat tinggi serta sumbangan yang pernah diberikan kepada peradaban modern. Hal itu penting karena peradaban manusia selalu membutuhkan pijakan yang kuat pada akar sejarah. Seperti yang kita lihat dalam peradaban barat modern yang selalu mencoba menggali sumber sejarahnya yaitu filsafat Yunani kuno dan agama Nasrani.

  2. Konsep Islamisasi Iptek
    Rohadi Awaludin

Ketika pertama kali penulis mendengar istilah Islamisasi llmu Pengetahuan, penulis merasakan kebingungan dengan maksud istilah ini. Jika perlu dilakukan islamisasi, itu berarti ilmu pengetahuan saat ini tidak Islami. Apakah teori atom yang ada saat ini tidak Islami? Di mana tidak Islaminya? Setelah berfikir sejenak, penulis merasa mendapatkan jawabnya setelah teringat mata pelajaran biologi di SMA yang mengajarkan tentang Teori Evolusi Darwin.

...... apakah ada bedanya bila hukum gravitasi, misalnya, ditemukan bukan oleh Newton tetapi oleh ilmuwan Muslim? Bagaimana formulasi hukum gravitasi setelah diislamisasi? Pertanyaan-pertanyaan itu sungguh membingungkan jika dikonfrontir dengan keyakinan bahwa ilmu pengetahuan berasal dari Allah dan tunduk pada hukum-hukum Allah, jadi mustahil tidak Islami.