Rubrik ini menghadirkan artikel-artikel yang mengupas pentingnya berbagi pengetahuan. Selain itu, ada juga beberapa sumber daya bebas (free resource) yang bisa digunakan sebagai referensi dalam mengelola aktivitas organisasi, terutama organisasi kemahasiswaan. Tentu saja, apa-apa yang ada di dalam CD ini masih perlu dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

  • ARTIKEL
    • Open Resource: Makhluk Apakah itu?
      Aini Firdaus & Rahmad Saleh

      Open Resource
      ? Apa itu? Maksudnya apa sih? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang wajar bagi siapapun yang baru pertama mendengar istilah ini. Hal ini terjadi karena istilah ini memang masih jarang digunakan oleh banyak orang. Sehingga wajar jika kita merasa belum akrab dengan istilah itu. Istilah Open Resource yang dimaksud disini adalah adanya semangat dan kemauan untuk berbagi resource yang kita miliki yang diimplementasikan dengan adanya mekanisme yang memungkinkan untuk melakukan akses secara terbuka. Resource disini bisa berupa catatan pengalaman kita, artikel, software, atau apapun itu yang kita bisa saling belajar dan saling memberi sesuatu yang bermanfaat untuk kemajuan bersama.


    • Spiralisasi Pengetahuan: Teknik "Menghidupkan" Pengetahuan Kita
      Romi Satria Wahono

      Menguraikan pengalaman dalam bentuk sebuah tulisan yang bisa dimengerti orang lain. Kemudian meningkatkan diri dengan belajar dari sumber lain untuk mengembangkan tulisan tersebut menjadi tulisan lain yang lebih berbobot. Menikmati proses learning by doing sebagai sebuah proses mematangkan diri. Dan tidak melewatkan untuk belajar secara langsung dari orang lain yang lebih berpengalaman apabila ada kesempatan. Adalah prinsip dasar dari proses spiralisasi pengetahuan. Hasil yang ingin kita dapatkan dari proses tersebut adalah bermunculannya pengetahuan-pengetahuan baru yang lebih berguna dalam perspektif bagi pemiliknya maupun juga untuk orang lain yang ingin memanfaatkannya.

    • Society Audit bagi Hasil Penelitian?
      Onno W. Purbo & Ismail Fahmi

      Manusia pada dasarnya tidak tahu, tapi dibuat tahu oleh Tuhan, karena Tuhan "Pemilik segala Pengetahuan". Melalui "kalam" (tulisan) kita dibuat tahu. Ini artinya luas, bisa "tulisan, ucapan, alam dll..". Konsekuensi lain yang juga tampaknya menjadi kontroversial adalah menjadi tidak relevannya konsep proteksi knowledge seperti HAKI, hak cipta, paten dll yang banyak berkembang dalam platform informasi yang lambat. Karena knowledge secara hakiki dimiliki oleh Tuhan pencipta manusia. Menarik untuk dicermati perkembangan movement penggunaan copyleft bahkan copy wrong melalui mekanisme GPL dll. Semua berkembang dalam platform informasi & knowledge yang cepat.

    • Pengalamanan Lapangan Membangun Knowledge Based Society
      Onno W. Purbo

      Alangkah indahnya hidup di Indonesia jika para ilmuwan dapat menyebarkan ilmunya secara cuma-cuma ke masyarakat tidak ada lagi kesenjangan ilmu di antara rakyat Indonesia. Sayang sebagian besar bangsa ini masih mengharapkan perlindungan dari berhala yang lain seperti copyright, struktural dll … yah itu memang hak mereka, saya tidak bisa memaksakan … tapi pengalaman saya selama ini, dampak & reward yang diperoleh dari melepaskan ilmu ke masyarakat secara terbuka ternyata amat sangat jauh lebih besar daripada mengharapkan perlindungan secara hukum tertulis & struktural.

 

  • DOKUMEN DARI LEMBAGA/KOMUNITAS
    Edisi I jurnal ini memuat organisational resource dari dua lembaga dan satu komunitas. Secara bertahap diharapkan akan semakin bertambah lembaga/komunitas yang bersedia membuka dan berbagi dokumen atau resources yang dimilikinya. Berikut ini dokumen yang telah tersedia.

Terakhir, kami mengajak Anda untukbergabung dalam gerakan OR (Open Resource) ini. Pertama kali yang perlu kita lakukan adalah meluruskan lagi niat; bahwa OR tidak lakukan hanya untuk mendapat keuntungan 'material' berupa kemudahan mengakses informasi (tanpa bayar atau kalaupun bayar tidaklah mahal), namun lebih dalam lagi OR merupakan salah satu implementasi tauhid kita. (Lihat artikel Onno W. Purbo Society Audit bagi Ilmu Pengetahuan)

Al-Manär dalam hal ini ingin memfungsikan diri sebagai fasilitator. Dan kami menyadari sepenuhnya bahwa apa yang kami lakukan baru mengawali sebuah langkah panjang sehingga dokumen yang kami sajikan masih sangat jauh dari sempurna. Kami berharap kita dapat membudayakan OR ini, salah satu caranya dengan berpartisipasi mengirimkan dokumen, tulisan atau data apa pun yang bermanfaat bagi banyak pihak.

Kami akan sangat berterima kasih jika ada lembaga/komunitas yang berkenan mengirimkan resource-nya untuk kemudian dimuat di Al-Manär, agar dapat diakses oleh banyak pihak.