LDK: How Professional Can You Go?
(Sebuah Ulasan terhadap Perjalanan Lembaga Dakwah Kampus)


Sebagai sebuah lembaga di wilayah dakwah, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) memiliki kekhasan. Ia tidak hanya berorientasi pada dakwah, tetapi juga berdinamika layaknya lembaga kemahasiswaan yang lain. Setiap LDK memiliki caranya sendiri untuk terus eksis dan bermanfaat bagi umat. Hal ini menarik dikupas ketika optimalisasi peran LDK menjadi sebuah wacana yang tidak hanya penting bagi pelakunya, tetapi juga untuk pembelajaran bersama. Tulisan ini merupakan hasil penggalian informasi dari LDK di Yogyakarta: Jamaah Shalahuddin-JS (UGM), Korps Dakwah dan Syi’ar Islam-Kodisia (UII), Korps Dakwah Islam Sunan Kalijaga-Kordiska (UIN SUNAN KALIJAGA), dan Jamaah Ahmad Dahlan-JADDA (UAD). Tim redaksi Al-Manär menyajikan tulisan ini dalam beberapa bagian sebagai berikut:

  1. Pengantar
  2. Tolak Ukur
  3. Visi Misi
  4. Struktur
  5. Mekanisme Reward and Punishment
  6. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
  7. Bagaimana Sistem Informasi Manajemen LDK?
  8. Jaringan
  9. LDK sebagai Komunitas Belajar (Learning Community)
  10. Bagaimana ‘proses belajar’ yang selama ini dilakukan LDK?
  11. Penutup